Sejarah Network Marketing

by

Terjemahan dari: http://www.firstclassmlm.com/2007/12/11/the-history-of-mlm/

Rekam jejak tentang: Bagaimana MLM (Network Marketing) mulai dan berkembang memenuhi kebutuhan pelanggan dan wirausahawan.

Setiap perusahaan yang membuat suatu produk pasti berusaha agar produk itu dapat dikenal masyarakat seluas-luasnya. Penyebarluasan (promosi, demonstrasi, peragaan) itu melibatkan orang-orang yang bekerja sebagai tenaga pemasaran. Orang-orang pemasaran itu kemudian membentuk suatu organisasi pemasaran yang pada akhirnya menjadi tulang punggung bisnis penjualan produk perusahaan itu.

Jumlah tenaga penjual (pedagang individual) tersebut di Amerika Serikat mulai tumbuh dengan cepat sejak akhir 1800an, sebagai berikut:
1861: 1,000 orang
1869: 50,000 orang
1885: 100,000 orang
1903: 300,000 orang

Tahun 1860 – Para penjual dengan perjalanan (traveling salesmen) dikenal dengan berbagai sebutan atau kelompok sesuai dengan jenis kendaraan dan perjalanan yang dilakukannya, sebagai: canvassers, peddlers (penjaja keliling), hawkers dan drummers. Beberapa penjaja pionir itu lalu melatih  penjual-penjual yang direkrutnya dan kemudian membangun Organisasi Penjualan (sales organization). Beberapa nama pendiri organisasi penjualan itu hingga sekarang organisasinya masih banyak yang beroperasi, seperti: Henry Heinz, penjaja pionir, membangun sebuah organisasi penjualan beranggotakan 400 salesmen untuk menjual berbagai macam produk sayuran seperti kecap (saus) dan acar kepada orang-orang yang tidak membuatnya untuk kebutuhan sendiri. Asa Candler, penjaja pionir lain, membangun ‘armada penjualan’ untuk memasarkan syrup berkarbonasi Coca-Cola ke restoran-restoran setelah dia membeli resepnya dari seorang ahli farmasi John Pemberton seharga $ 2300 pada 1886. Beberapa organisasi penjualan pionir tersebut kemudian juga memberi hak kepada para tenaga penjualnya untuk membangun kelompok bisnis sendiri, seperti:

1868 – J.R. Watkins mendirikan J.T. Watkins Medical Company, satu dari sekian perusahaan pemasaran pionir di Amerika yang berasosiasi dengan sistem penjualan langsung kepada konsumen.

1890 – David McConnel memulai The California Perfume Company yang kemudian beroperasi keluar NewYork. Pada tahun 1906 dia memiliki 10,000 sales representatives yang memasarkan lebih dari 117 macam produk. Pada tahun 1937, the California Perfume Company beralih nama menjadi Avon Products.

1905 – Alfred C. Fuller seorang penjaja pionir lain yang berpengaruh besar kepada organisasi-organisasi penjualan berikutnya. Fuller memulai dengan Fuller Brush Company dan merekrut 270 dealer di seluruh Amerika Serikat yang mengikuti bisnisnya hanya berdasarkan KOMISI saja. Hingga tahun 1919 Fuller Brush Company mencapai omset penjualan 1 juta dollar dan pada 1960 mencapai 109 juta dollar.

1931 – Frank Stanley Beveridge seorang mantan wakil presiden penjualan dari Fuller Brush Company, bersama dengan Catherine L. O’Brien mendirikan Stanley Home Products. Terpengaruh depresi besar-besaran kala itu, Stanley dan Catherine menawarkan peluang kepada masyarakat luas untuk memulai ‘bisnis milik sendiri’ dengan investasi minimal, menjual produk-produk kebutuhan sehari-hari.

Visi Stanley Home Products diambil dari the Fuller Brush Company. Stanley Home Products menjual alat pembersih (lap), sikat dan sapu. Beberapa dealer mulai lebih banyak melakukan demonstrasi kepada club-club dan organisasi-organisasi daripada berjualan keliling secara individual, yang sangat meningkatkan volume penjualan. Dealer-dealer lain dengan cepat memanfaatkan cara penjualan ini untuk memaksimalkan presentasi penjualannya. Dealer-dealer inilah yang membawa konsep club dan organisasi ini ke rumah dengan mengundang teman-teman dan sanak keluarga dan terus berkembang yang akhirnya melahirkan suatu acara yang dikenal dengan “party plan”.

”Gaya pemasaran” Stanley Home Product itu kemudian menjadi dasar pelatihan dari banyak pemimpin perusahaan yang terkenal. Mary Kay Ash pendiri Mary Kay Cosmetics, Brownie Wise pendiri Tupperware, Jan and Frank Day pendiri Jafra Cosmetics, dan Mary Crowley pendiri Home Interiors adalah pembangun-pembangun bisnis alumni pelatihan dan sebelumnya adalah para dealer Stanley Home Products – yang lagi-lagi pionirnya adalah Fuller Brush Company. 1934 – Carl Rehnborg memulai the Californian Vitamin Corporation menjual produk yang kita kenal sekarang sebagai vitamin suplemen. Pada 1939 perusahaan ini berubah nama menjadi Nutrilite Products Compant, Inc. 1945 – Nutrilite melakukan kontrak dengan Mytinger & Casselberry menjadi distributor Amerika yang sangat eksklusif dari produk-produk Nutrilite. Mytinger & Casselberry menciptakan dokumen pertama dari MLM compensation plan (Marketing Plan MLM pertama), dengan rumusan ringkas sebagai berikut: Seorang distributor produk Nutrilite membeli produk-produk dengan diskon 35%, sebagai contoh: Seorang distributor membeli sekotak vitamin seharga $13 dan menjualnya seharga $20, sehingga dia memperoleh keuntungan penjualan $7. Untuk merangsang agar distributor menjual lebih banyak, Nutrilite membayar bonus ekstra bulanan sebesar 25% dari total penjualan. Sehingga jika ada 20 distributor dengan omzet masing-masing $13 dalam sebulan, maka ekstra bonus yang dibayar oleh Nutrilite kepada ke-20 distributor akan sebesar: 25% x $260 = $65,000. Ketika seoran distributor berhasil memperoleh 25 pelanggan, maka dia diijinkan menjadi distributor LANGSUNG – yang artinya dia dapat mencari (merekrut) distributor baru untuk memasarkan produk Nutrilite dan distributor baru ini “berbelanja” produknya dari distributor langsung itu. Ringkasnya ketika seorang distributor berhasil memperoleh pelanggan 25 orang, maka dia berhak utuk merekrut distributor baru lalu melatihnya untuk mencari pelanggan.

Sebagai insentif melatih distributor baru yang direkrutnya, maka ketika distributor langsung dan distributor-distributor yang dilatihnya berhasil memperoleh 150 pelanggan, maka distributor langsung akan memperoleh tambahan komisi 2% dari seluruh volume penjualan jaringannya. Pola ini bukan piramida – karena kuota penjualannya berdasar pada sistem manajemen pemasaran. Distibutor yang menjual lebih banyak kotak vitamin, dia akan memperoleh reward lebih banyak dibandingkan yang menjual sedikit. Kompensasi MLM sebenarnya sangat sederhana seperti itu, dan hanya merupakan perluasan sedikit dari prinsip kompensasi dari Fuller Brush Company.

Dengan MLM (Network Marketing) perusahaan dapat memotivasi orang-orang pemasarannya tidak hanya menjual produk semata tetapi juga melatih orang lain juga menjual produk lebih banyak.

1945 – Earl Tupper,menciptakan wadah-wadah plastic yang fleksibel, ringan dan “rapat” oleh ‘penutup’ yang ketat. Mula-mula dia menjual produknya itu lewat outlet retail konvensional, tetapi juga menyadari bahwa produk yang dia buat itu perlu demonstrasi (penggunaannya). Earl Tupper selanjutnya membentuk ‘team’ dengan Brownie Wise (sebelumnya bekerja untuk Stanley Home Products) dan meluncurkan program Tupperware Party Plan, yang sekarang telah menjadi perusahaan beromzet milyaran dollar dan beroperasi di 40 negara lebih.

1949 – Rich DeVos dan Jay Van Andel ( dua sahabat erat sejak SMA dalam bisnis dan kegiatan kepemudaan) pulang dari wajib militer dan menjadi distributor dari Vitamin Suplemen Nutrilite pada 1950. Setelah mengalami dilemma singkat dengan perusahaan pada 1959, kedua sahabat itu mendirikan Amway Corporation. Pada 1972 Amway Corporation mengakuisisi Nutrilite.

1956 – Dr . Forrest Shaklee mengembangkan metode ekstraksi mineral dari sayutan dan menggunakan MLM untuk mendistribusikan produknya.

1963 – Mary Kay Ash menciptakan Mary Kay Cosmetics. Pada 1996 volume penjualan perusahaan ini mencapai 2 milyar dollar. 

1975 – Federal Trade Commission (FTC) mengadukan kepengadilan bahwa Amway corporation adalah suatu Skim Piramida. 

1979 – Pengadilan Perdata tentang kasus diatas memutuskan bahwa MLM dari Amway Corporation diputuskan sebagai kesempatan bisnis legal dan bukan merupakan SKIM PIRAMIDA.

Tambahan:
Dari sejarah permulaan dan perkembangan awal MLM, dapat kita lihat bahwa Multi Level Marketing sesungguhnya hanya sebagai alternatif metode penjualan produk yang kemudian membentuk suatu sistem penjualan langsung berbasis komisi. Artinya seorang distributor selain dapat memperoleh keuntungan dari margin harga pabrik dengan harga konsumen (kasus Nutrilite awal diskon itu sebesar 35%), perusahaan memeberi bonus ekstra bulanan sebesar 2% dari volume penjualan jaringannya.

Bonus ekstra bulanan inilah yang kemudian berkembang menjadi “Bonus” untuk MLM konvensional dalam berbagai sistem. Dengan pengubahan-pengubahan proporsi akhirnya diperoleh rumusan bahwa persentase atau peringkat bonus bulanan jaringan maksimal berkisar antara 21% sampai 25% dan peringkat bonus minimal adalah 3% bukan 2%. Kemudian diskon kepada distributor tidak lagi 35% tetapi menjadi berkisar antara 20% sampai 30%.

Dengan menganggap bahwa harga produsen (pabrik) kepada perusahaan MLM adalah 50% harga member, maka MLM PT Melia Nature Indonesia benar-benar melaksanakan kaidah penjualan langsung dan memberlakukan proporsi pembagian keuntungan (margin harga produsen dan harga member) dalam bentuk 3 macam bonus, 2 bonus harian yang mencerminkan sistem diskon pada Nutrilite awal yang mencapai angka kira-kira 25,91% harga member dan 1 bonus bulanan sekitar 4.4% sebagai bonus ekstra bulanan pada sistem Nutrilite awal.

Kelebihannya adalah bahwa pada MLM PT MNI produk yang dijual hanya dua macam Propolis dan Melia Biyang dengan harga yang sama Rp 550,000 per paket, dan bonus dominan adalah bonus harian yang benar-benar mencerminkan sistem penjualan langsung.

Info selanjutnya klik: www.propbiyang.net

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: