Propolis dan Kanker

Dr. Mahmoud Lotfy, ahli rekayasa genetik dan bioteknologi dari Departemen Biologi Molekuler dan Seluler dari Lembaga Riset Rekayasa Genetika dan Bioteknologi Universitas Minufiya, Mesir, telah menulis review tentang propolis dengan judul “Biological Activity of Bee Propolis in Health and Desease” yang diterbitkan oleh Asian Pacific Journal of Cancer Prevention, Vol 7, 2006. Review ilmiah tentang aktivitas biologi propolis tersebut ditekankan pada aktivitas penting propolis sebagai bahan ANTI TUMOR, makanya diajukan pada journal asia pasifik untuk pencegahan kanker. Banyak ulasan peranan propolis dalam penanganan penyakit tumor dan kanker. Diantaranya adalah bukti ilmiah tentang efektivitas propolis dalam mencegah perkembangan atau “membunuh” sel-sel kanker secara in vitro. Selain itu juga kesimpulan bahwa propolis memiliki potensi kuat sebagai bahan (obat) pembantu penyembuhan pasien kanker setelah menjalani operasi pengangkatan kanker maupun sebagai bahan pembantu pasca chemoteraphy yaitu sebagai bahan proteksi efek “keracunan” dari penggunaan “obat kanker” maupun efek keracunan dari terapi chemo (drug and chemoterapeutic agent toxicity). 

 

Pertanyaannya adalah, sudah adakah kesaksian kesembuhan kanker di lapangan karena mengonsumsi propolis, khususnya Melia Propolis? Beberapa waktu yang lalu ada yang menghubungi saya via SMS ke 0819-31101719 yang bertanya kemungkinan Melia Propolis untuk terapi kanker payu dara (KPD) stadium IV. Terus terang saya sendiri tidak tahu dengan pasti, karena saya bukan seorang terapist ataupun ahli kanker. Sepanjang pengetahuan saya menjadi distributor Melia Propolis dan membaca beberapa literatur, selain artikel review dari Dr. Lotfy diatas, propolis terbukti dapat menghambat proliferasi (pembelahan aktif) sel-sel kanker hingga 50% jika dikonsumsi dengan dosis 5 g per hari, sehingga jika terus-menerus dikonsumsi secara teratur, lama-lama sel kanker berkurang, dan akhirnya sampai pada tahap keberadaan sel-sel kanker itu menjadi tidak signifikan sebagai pengganggu kesehatan. Jika konsumsi mencapai dosis 10 g per hari maka penghambatan proliferasi sel kanker menjadi 100%, artinya dengan dosis tinggi, propolis mampu membunuh total sel-sel kanker.

Gambar di sudut kiri atas adalah KPD stadium IV yang sudah pecah, yang pasiennya mengonsumsi 1 botol (6 gram) Melia Propolis sehari. Perkembangannya cukup menggembirakan. Sangat disayangkan ketika si penderita sudah mulai membaik, tiba-tiba “suaminya” meninggal. Meninggalnya suami ini sangat menurunkan ‘antusiasm’ penderita untuk SEMBUH. Dan sejak sang suami meninggal, penderita menjadi kurang teratur mengonsumsi propolisnya dan tepat 100 hari setelah suami meninggal, beliau pun juga meninggal.

Oleh karena itu dalam mengonsumsi propolis untuk mencapai kesembuhan yang sangat penting adalah semangat dan kepercayaan penderita terhadap propolis itu sendiri yang harus kuat. Dia harus sangat memegang teguh kepercayaan bahwa PROPOLIS yang dia konsumsi itu adalah sarana kesembuhannya, dan dia memang benar-benar berkeinginan kuat MENJADI SEMBUH. Baru syarat yang kedua adalah DOSIS yang harus diikuti, walaupun secara umum dikatakan bahwa TIDAK ADA DOSIS BAKU untuk PROPOLIS, karena batas maksimum (lethal dosage) propolis untuk hewan percobaan mencit, adalah 50 mg per 1 kg bobot tubuh. Menurut pengalaman beberapa distributor Melia Propolis untuk penderita kanker dapat disimpulkan resep konsumsi Melia Propolis untuk penyembuhan kanker dan berbagai penyakit “gawat” lainnya adalah sebagai berikut:

  1. Percaya sepenuhnya bahwa MELIA PROPOLIS mampu menyembuhkan penyakit yang sedang diderita
  2. Memupuk hasrat kesembuhan yang tidak boleh pudar
  3. Mengonsumsi Melia Propolis secara berangsur-angsur dari dosis rendah terus ditingkatkan setiap minggu sampai dosis anjuran terbanyak sesuai dengan penyakitnya.

Selain itu, juga berdasarkan pengalaman lapangan dan logika penyembuhan, telah terbukti bahwa khasiat Propolis akan semakin cepat kerjanya (efektif) jika kondisi hormonal tubuh mendukung metabolisme yang baik. Sistem hormonal dikendalikan oleh hormon induk yang disebut dengan hormon pertumbuhan manusia atau human growth hormone (HGH) yang diproduksi oleh kelenjar Pituitary. Kami sebagai agen dari PT Melia Nature Indonesia menawarkan suplemen kesehatan yang dapat merangsang  kelenjar pituitary tersebut untuk kembali memproduksi HGH lebih banyak. Produk itu namanya MELIA BIYANG. Kemasan dalam botol 15 ml, dijual dalam paket (4 botol)  yang sama harganya dengan 1 paket propolis (7 botol).

Bagi yang berminat, informasi lebih lengkap tentang Melia Propolis dan Melia Biyang dapat Anda peroleh di  http://www.propbiyang.net/

Salam Sukses dari Bogor

Info lebih lanjut silakan hubungi:
e-mail: denggleng@yahoo.com
HP: 0819-31101719; 0815-11504535; 0812-88405067

Tentang W D Widodo

Winarso D Widodo, admin e-warung http://wfbc.netfirms.com/ yang merupakan stokis PT Melia Nature Indonesia untuk wilayah Darmaga - Bogor dan sekitarnya. PT MNI merupakan perusahaan MLM untuk 2 produk kesehatan: 1) Melia Propolis dan 2) Melia Biyang, sarana menuju hidup Sehat dan Sejahtera Bersama.
Pos ini dipublikasikan di biyang spray, ilmiah, kesaksian, propolis, sehat sejahtera, undangan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s