Tiga Macam Author

[Catatan: Artikel ini saya terjemahkan bebas dari situs: http://http://www.firstclassmlm.com/ dengan judul asli: When Researching MLM, How Do You Know Who To Take Advice From? tulisan Tim Sales. Saya tertarik menterjemahkannya karena situs ini adalah situs tentang MLM, tepatnya sebagai sarana “belajar bersama” tentang MLM. Sementara itu banyak pihak trauma, kapok, phobia terhadap MLM.]

Di internet banyak tersedia situs tentang MLM yang memungkinkan Anda semua melakukan riset tentang MLM. Namun sebelum Anda melanjutkan meriset MLM, sebaiknya Anda ambil waktu sejenak untuk menjawab satu pertanyaan penting: “Kepada siapa Anda akan meminta nasihat tentang MLM?”

Ada tiga macam narasumber yang dapat Anda mintai penjelasan tentang sesuatu: 1) mereka yang belum pernah melakukan, 2) mereka yang pernah melakukan tetapi gagal dan 3) mereka yang pernah melakukan dan memperoleh keberhasilan. Yang dimaksud dengan narasumber di sini adalah siapapun yang akan Anda mintai nasihat tentang sesuatu dan mereka yang menjelaskannya baik secara tertulis maupun lisan.

1. Narasumber yang belum pernah sama sekali melakukan apa yang mereka tulis (atau bicarakan). Di koran, majalah dan televisi banyak penulis atau reporter yang belum pernah melakukan sama sekali tentang apa yang mereka tulis, analisis, maupun bicarakan. Informasi dari mereka hanyalah hasil dengar-ucap (hearsay) dan mereka berperan sebagai “orang luar yang melihat ke dalam”. Bahkan banyak ahli dan profesor juga memberikan nasihat tentang apa-apa yang belum pernah mereka lakukan. Mayoritas isi dari buku-buku di toko buku juga berasal dari penulis-penulis yang belum pernah melakukan hal-hal yang mereka tulis. Mereka memang ahli menulis (dan membicarakan) tentang sesuatu, tetapi mereka belum pernah sukses dalam sesuatu itu karena belum pernah melakukannya.

Nasihat mereka jarang mengena, karena hanya berdasarkan pengamatan, pendapat orang lain atau hanya sekedar hasil kumpulan dari kegiatan dengar-ucap. Berdasarkan KATANYA orang lain. Permasalahan menjadi semakin kusut ketika para narasumber itu hanya sekedar mengulang-ulang sesuatu yang mereka dengar atau baca dari media.

Sekarang ada dua kelompok orang yang tidak dapat melakukan apa yang mereka tulis, tetapi berpikir bahwa mereka tahu sesuatu tentang hal itu, yaitu mereka yang belum pernah melakukannya dan mereka yang belum pernah berhasil dalam melakukannya. Kedua jenis narasumber ini tidak mungkin menempatkan sesuatu yang penting dalam hal yang mereka jelaskan. Mereka (sebetulnya) hanya sekedar baca atau mengulang hal-hal yang mereka dengar dan baca.

Anda dapat menengarai narasumber yang tipe ini, karena umumnya penjelasan yang mereka berikan ngambang atau bahkan meleset dari pokok bahasan…

Sebagai contoh, saya membaca suatu artikel di web yang isinya penulis mengklaim bahwa MLM (Multi Level Marketing) sukses itu secara matematik tidak mungkin. Allaaa maaak? Ini sama halnya dengan klaim bahwa secara saintifik, kumbang badak itu tidak dapat terbang, karena berat tubuhnya dan bentuk tubuhnya yang tidak aerodinamik sama sekali.

Pada kenyataannya, banyak perusahaan-perusahaan MLM tua masih tumbuh dan berkembang hingga sekarang, dan kumbang badak dapat mencapai pucuk kelapa nan tinggi meskipun terbang mereka ngawur.

2. Narasumber yang gagal pada apa-apa yang mereka tulis atau bicarakan. Ketika seseorang pernah gagal dalam suatu usaha lalu menuliskan tentang usaha itu, maka dia akan menghasilkan tulisan atau pendapat yang sangat kritis terhadap usaha yang dia gagal itu. Mengapa? Karena sesuatu tentang subjek itu menjadi sangat mesterius baginya dan sebetulnya menyadari mereka bahwa dia merasa tidak memenuhi syarat kompetensi di bidang usaha itu.

Dia menjadi tidak akan mampu menjelaskan usaha itu secara utuh, karena ada bagian yang mereka tidak alami, kecuali jika mereka belum pernah gagal, artinya masih melakukan sesuatu itu dan belum merasa gagal.. Ambil contoh, seseorang yang ingin menjadi investor perusahaan real estate tetapi gagal. Maka ketika dia menulis sesuatu tentang real estate yang keluar selalu pendapat pada sisi negatif dari usaha real estate. Umumnya mereka akan menulis tentang “Apa apa yang susah, apa yang salah, atau apa yang berbahaya” dari usaha real estate.

Mengapa? Seperti halnya dengan narasumber tipe sebelumnya, mereka tidak pernah memperoleh gambaran yang utuh tentang usaha real estate. Bahkan menjadi cenderung bersikap memusuhi atau paling tidak “benci” kepada orang-orang yang sukses di usaha real estate. Bisa saja mereka cenderung menekankan tentang bagian atau faktor usaha real estate yang menyebabkan mereka gagal. Namun, akan lebih parah jika mereka tidak tahu sebab-musabab mengapa mereka sampai gagal.. . Ini sangat parah, mereka akan membuat bahwa segala sesuatu tentang usaha real estate itu SALAH, termasuk orang-orang yang bekerja di real estate, juga salah.

Lebih parah lagi, jika dia lalu MELARANG anak-anak mereka untuk bekerja di dunia REAL ESTATE, seperti halnya seseorang yang gagal menjadi pemain bola, lalu membenci sepak bola dan akhirnya MELARANG ANAKNYA BERMAIN BOLA, yang dapat berakibat fatal. SANG ANAK tidak hanya membenci sepak bola seperti bapaknya, tetapi MENJADI BENCI KEPADA OLAH RAGA. Fenomena GEBYAH UYAH berlaku dalam hal ini.

PERINGATAN: Dalam setiap subjek kegiatan atau usaha, selalu lebih banyak orang yang gagal dibandingkan orang yang berhasil, maka Anda akan lebih banyak memperoleh informasi negatif tentang subjek dibandingkan informasi positifnya.

 Ambil contoh saja di siaran TV dari stasiun TV Indonesia manapun, berita negatif selalu lebih banyak dibanding berita positif… eh… gak nyambung ya?

Sebaiknya Anda tidak meminta nasihat kepada narasumber yang gagal dalam sesuatu tentang yang dia tulis atau bicarakan, karena dia pun ingin agar Anda gagal pula di subjek yang dia tulis. Keberhasilan orang lain dalam subjek yang sama akan semakin menambah perasaan inferioritasnya. Narasumber seperti ini sering menasihati dengan: “Saya ini hanya ingin memperingatkan lho, ingin melindungimu dari kegagalan lho…” tetapi pada kenyataannya mereka hanya ingin melindungi diri agar tidak ada orang lain yang mencoba tentang subjek yang mereka bicarakan dan, BERHASIL.

3. Narasumber yang sukses di subjek yang mereka tulis atau bicarakan. Jika ada narasumber yang sukses dalam apa yang mereka tulis dan bicarakan, maka dia adalah asset yang sangat berharga bagi Anda, dan nasihatnya dapat diandalkan sebagai pegangan (referensi). Mereka akan tahu mana yang penting mana yang tidak penting dari subjek yang dia tulis atau bicarakan.

Harap dicatat bahwa ada perbedaan penting antara seseorang yang sukses dalam suatu subjek dibanding mereka yang menjadi “ahli” karena BELAJAR tentang subjek itu. Orang yang belajar tentang suatu subjek, tidak otomatis berarti mereka dapat melakukannya.

Seorang ahli kecantikan dapat belajar tentang rambut dalam segala hal, bukan berarti lalu dia menjadi pandai memotong rambut sehingga pelanggan merasa puas dengan hasil potongannya. Seorang psikiatrist boleh saja dia pernah belajar dari gurunya, mungkin pernah membaca segudang buku tentang psikiatri dan mungkin berhasil lulus dari ujian psikiater tingkat dunia dalam suatu subjek psikiatri, tetapi dapatkah dia memecahkan persoalan psikis orang lain? Jika dia tidak dapat memecahkannya, maka jangan ambil nasihatnya.

Ingat bahwa seorang murid yang pintar karena belajar sesuatu, dia hanya sukses sebagai MURID tentang sesuatu itu. Tidak ada jaminan dia pun jadi pintar melakukan hal-hal yang dia pelajari dengan berhasil itu. Seseorang yang mungkin akan anda terima nasihatnya sebaiknya adalah seseorang yang SUKSES di subjek yang akan Anda mintakan nasihat darinya, jika Anda ingin berhasil. Jika ingin gagal, ambilah dari mereka yang gagal. Narasumber dari First Class MLM (situs ybs) adalah seseorang yang telah berhasil dalam bisnis MLM.

Situs ini netral. Tidak ada seorangpun yang terkait dengan situs ini akan memaksa Anda masuk kedalam suatu bisnis MLM, sehingga kami tidak akan memutuskan bahwa segala sesuatu tentang MLM itu SEMPURNA. Kami pun juga tidak menilai semena-mena bisnis MLM. Weblog ini selain menjadi versi online non-komersial dari Warung Biyang Propolis, juga menyediakan panduan bagaimana memilih MLM yang baik, benar dan bermanfaat. Situs ini bertujuan membantu Anda semua untuk menganalisis suatu bisnis MLM dengan menyajikan fakta tentang MLM yang sekiranya dapat membantu Anda ketika harus memilih bergabung di suatu perusahaan MLM, Anda sudah memiliki ‘alat pengambil keputusan’ yang CERDAS..

Salam sukses dari Bogor,

Tentang propbiyang

pekerjaan utama dosen ipb-bhmn, sambilan sebagai tukang kebun buah naga di bogor, network marketer pt melia nature indonesia, admin warung biyang propolis
Pos ini dipublikasikan di MLM-Distinct, motivasi, Network Marketing. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s