konsumen baru penderita BC

Selasa, 9 9 ’09 ada seseorang menelepon bahwa dia tertarik untuk mencoba produk PT MNI yaitu Melia Propolis. Beliau orang Cianjur dan berniat datang ke warung untuk mendapatkan info lebih lengkap. Janjian terjadi, beliau akan datang sekitar pukul 9.30.

Ternyata yang datang adalah orang tuanya, Pak Haji Barnas dan Ibu Hj. Enung Fatimah. Mengapa kedua orang tua ini sangat antusias datang ke warung, maka demikianlah ceritanya:

“Pak isteri saya ini penderita kanker payudara pada stadium II. Kata dokter harus diangkat. Tetapi karena banyak rasa khawatir, maka kami menempuh pengobatan alternatif. Sudah banyak metode pengobatan itu yang kami coba jalankan. Suatu hari anak saya memberitahu bahwa ada terkabar di internet tentang “propolis” sebagai bahan anti-tumor. Bahkan ada kesaksian penderita kanker payudara sudah stadium IV dan sudah pecah dapat membaik setelah mengonsumsi propolis dari PT Melia. Nah, rupanya situs internet itu adalah website bapak, Warung Biyang Propolis. Maka dari itu kami datang kesini untuk memperoleh informasi lebih lanjut langsung dari Bapak…”

Saya jawab: “Informasi tentang apa, Pak? Produknya atau bisnisnya?”

“Bagi kami  yang penting ya informasi tentang penggunaan Propolis ini untuk terepi kanker, khususnya kanker payudara. Dan kami memang akan membelinya untuk mencoba, siapa tahu cocok.”

“Baik Pak Haji. Untuk terapi kanker dengan propolis memang harus mengonsumsinya dengan dosis tinggi. Seorang yang sekarang sedang mengonsumsinya terakhir mencapai dosis 20 tetes per jam selama 10 kali sehari. Hasilnya lumayan, beliau yang sudah stadium III-D, sekarang sudah melunak, dan penyakit-penyakit lain seperti maag dan pernapasan ikut berkurang. Bahkan maag akutnya sudah hilang.”

“Sebotol ini isinya berapa tetes?

“Sebotol isinya 6 ml atau kira-kira 120 tetes. Jadi memang konsumen saya itu sekarang mengonsumsi 2 botol untuk 3 hari. Dan sekarang sudah habis hampir 48 paket (48 x 7 botol). Dengan mengonsumsi itu dan begitu banyaknya sampai menggunakan nama-nama keluarganya, sebagian belanjanya dikembalikan dalam bentuk bonus…”

“Wah, Pak tentang bonus nanti saja setelah kami mencoba dan merasakan hasilnya… Yang penting sekarang bagaimana cara membelinya, berapa harganya…”

“Harga paket pembelian pertama Rp 580,000 dengan rincian Rp 30,000 untuk biaya menjadi member, yang Rp 550,000 adalah harga produknya sebanyak 7 botol. Pembelian berikutnya cukup Rp 550,000.”

“Jadi kalau sekarang kami mencoba beli 2 dos ini bayarnya Rp 1,130,000 ya Pak.. Baik hari ini kami bergabung atas nama isteri saya saja. Syaratnya apa saja, Pak?”

“Gampang Pak ada formulirnya, mari kita isi bersama. Yang penting Bu Haji punya rekening bank sendiri, kemudian ada nomor HP-nya. Soal penempatan untuk pertama kali biarkan kami yang atur, ya Pak.”

“Baik, Pak. Hanya karena nomor rekeningnya tidak hapal, nanti saja kami SMS-kan.”

“Baik Pak… Pendaftaran keanggotaan nunggu SMS nomor rekening itu ya Pak.”

Dan terjadilah transaksi itu. Bu Haji Enung sudah mencobanya sesuai dengan anjuran saya, mulai dari dosis rendah. Apalagi sedang puasa, artinya sehari hanya bisa mengonsumsi 5 kali mulai membatalkan puasa (buka) hingga nanti menutup makan sahur. Menurut anaknya yang pertama calling ke kami, di benjolan kanker ibundanya sudah merasa nyeri. Beda dengan obat atau suplemen lain yang pernah beliah konsumsi. Maka mulai hari ini dosis sudah ditingkatkan dari 3 tetes menjadi 10 tetes per jam.

Ok, mudah-mudahan bermanfaat. Dan kalau bisa berkembang jaringan Bu Haji Enung ini, maka pada saatnya nanti akan beliau rasakan penghasilan pasif di PT MNI. Jadi sebagai member PT MNI, seorang penderita sakit pun masih mungkin memiliki penghasilan lumayan, hingga Rp 850,000 per hari.

Mari saudara, segera bergabung bersama kami menuju kehidupan yang lebih berkualitas.

Salam dari Bogor,

Tentang KD Pagelaran

Ki Denggleng Pagelaran adalah nama cyber Winarso D Widodo, pengelola warung virtual http://www.kdpbiz.com/ seorang pelaku network marketing. Pekerjaan utama: Dosen "Tanaman Buah" pada Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Profesi akademik: Hortikulturis, Pomologis dan Vitikulturis.
Pos ini dipublikasikan di sehat sejahtera dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s