Emping

MENURUT pengamatan saya sebagai penggemar makanan tradisional, maka EMPING adalah suatu makanan ringan yang innovative sekali dalam pembuatannya. Juga akhir-akir ini menjadi produk yang sarat dengan kreativitas pembuatnya.

Perhatikan saja bahannya. Melinjo (Gnetum gnemon L) adalah tanaman dari grup Gymnospermae (berbiji telanjang) tipe khusus karena struktur batangnya memiliki sistem pembuluh yang mirip dengan Angiospemae (berbiji tertutup) sehingga dikelompokkan ke dalam grup khusus Gnetophyta. Dari grup Gnetophyta pun Melinjo memiliki ciri khas pada buahnya yang mengandung karbohidrat ber-glutinosa lumayan tinggi, sehingga bisa plastis jika disangrai setengah matang. Biasanya oleh para ahli buah-buahan, biji semacam Melinjo ini dikelompokkan sebagai “nuts” yang kaya akan lemak. Tetapi Melinjo? Tidak semudah itu. Pertama karena kandungan karbohidratnya yang khas, kandungan proteinnya yang lumayan tinggi dan kegunaan ‘kulit’-nya (sebetulnya kulit melinjo adalah daun buah atau carpel) untuk bahan sayur (misalnya untuk lodeh dan gulai).
Nah sifat plastis inilah yang entah sejak kapan, oleh nenek moyang Nusantara (Jawa) dikreasikan menjadi EMPING yang dibuat dengan menempa biji Melinjo disangrai setengah matang. Penempaan bisa sebiji-sebiji menjadi EMPING MÈDEM atau bisa juga dirangkai beberapa biji melebar menjadi satu, seperti gambar itu. Emping sekarang juga dapat diberi bermacam rasa. Bisanya memang berasa asin (ditaburi serbuk garam setelah digoreng), tetapi sekarang bisa diberi rasa pedas, manis, bawang, bahkan yang produksi Sidoarjo, emping diberi rasa UDANG.

Sayangnya emping dipercaya sebagai makanan penyebab naiknya kandungan asam urat darah. Padahal rasanya sangat khas dan enak. Gara-gara dicap sebagai penyebab kelebihan asam urat, emping banyak disingkiri. Meskipun berbagai masakan tradisional (soto, sate, tongseng, gule, sop, gado-gado) sering sekali menaburkan emping goreng.

Lalu bagaimana? Adakah sesuatu yang bisa membantu mengurangi efek samping makan emping? Kalau saya percaya betul dengan PROPOLIS yang salah satu khasiatnya adalah memperbaiki sistem kapiler pembuluh darah dan menurunkan kandungan asam urat, maka saya gunakan PROPOLIS untuk memelihara kegemaran makan EMPING…:-)

Silakan jika ingin mencoba, dapatkan 7 botol PROPOLIS @ 6ml hanya dengan Rp 580,000 yang dapat dikonsumsi sendiri sampai dengan 140 hari (4 bulan 20 hari), di Warung Biyang Propolis Dramaga. Pemesanan dapat melalui e-mail (denggleng@yahoo.com), Fax (0251-8420879) atau SMS (0819-31101719)

Tentang propbiyang

pekerjaan utama dosen ipb-bhmn, sambilan sebagai tukang kebun buah naga di bogor, network marketer pt melia nature indonesia, admin warung biyang propolis
Pos ini dipublikasikan di bogaria (kuliner), propolis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s