Mengenal Bisnis Multi Level Marketing #3

Mengapa Banyak Orang Gagal di bisnis MLM?

MEMBER MLM pasti punya impian untuk sukses. Kenyataannya banyak pelaku MLM yang bukannya sukses, malah kehidupannya jauh lebih buruk setelah dia bergabung dalam bisnis MLM. Faktor kegagalan member MLM umumnya sebagai berikut:

  1. Janji dakemewahan pada tahap awal menjadi member yang sulit dicapai

  2. Marketing plan yang berpihak pada perusahaan MLM, member hanya objek perusahaan; marketing plan rumit dan tidak jelas, ada perbedaan antara bonus riil dengan bonus yang dijanjikan pada marketing plan.

  3. Salah pilih dan bergabung dengan money game

  4. Mengikuti member MLM petualang

  5. Kehabisan dana, waktu dan tenaga

Janji dan iming-iming kemewahan bisnis MLM:

  1. Peringkat dan jabatan aneh-aneh di Perusahaan MLM

  2. Reward di Perusahaan MLM

  3. Passive income dan bonus sharing di Perusahaan

PERINGKAT: Peringkat menunjukkan persentase bonus yang untuk memperolehnya perlu berbagai syarat. Jika syarat tidak dipenuhi, maka member tidak naik pangkat, bahkan mengalami Break Peringkat (selisih bonus uplinedownline menjadi 0%, upline hanya memperoleh persentase omzet pribadi saja).

REWARD: Memerlukan syarat-syarat yang jika satu saja tidak dipenuhi, maka reward tidak dibayarkan. Reward sebetulnya adalah hasil jerih payah member yang bersangkutan yang ditunda pembayarannya. Member awal memperoleh persentase kecil (praktik dagang yang ironis, yang bekerja keras justru memperoleh hasil paling sedikit…).

PASSIVE INCOME DAN BONUS SHARING: Idiom paling banyak digunakan oleh perushaan MLM. Hal yang mustahil, sebab bagaimana mungkin orang berdagang mendapat keuntungan tanpa omzet? Jika pun ada, pasti ada korbanan, setidaknya waktu hidup sebagai manusia dan/atau keluarga yang normal. Mengapa begitu? Perhatikan, bahwa passive income bonus sharing pasti punya syarat-syarat:

  1. Memiliki peringkat sesuai syarat

  2. Harus mencapai total omzet tertentu sesuai syarat

  3. Harus melakukan tutup poin (pay to play)

  4. Perhitungan bonus yang rumit dan “nilai riil” omzet hanya perusahaan sendiri yang tahu, karena prestasi pemasaran disembunyikan dalam ‘poin’ (ada business value ada point value)

 Marketing plan yang berpihak pada perusahaan:

  1. Pembayaran bonus yang terlalu lama (biasanya lebih dari 30 hari)

  2. Tutup poin sebagai syarat memperoleh bonus

  3. Perhitungan bonus rumit; tidak sama dengan kenyataannya

PEMBAYARAN BONUS TERLALU LAMA: Perlu waktu, aktivitas dan dana sebelum member memperoleh bonus. Kalau pun menerima, nilainya jauh lebih kecil dibandingkan nilai tutup poin.

TUTUP POIN: Tutup poin adalah faktor utama kegagalan member MLM. Tutup poin adalah belanja ulang dengan nilai minimal tertentu sesuai peringkat. Tutup poin merupakan syarat utama untuk memperoleh bonus. Jadi berapapun omzet seorang member, bonus tak akan diterimakan bila tidak ”tutup poin”. Siapa yang diuntungkan? Nilai tutup poin member baru jauh lebih besar dibanding nilai bonus. Tutup poin membuat member menjadi salesman.

PERHITUNGAN BONUS YANG RUMIT: Banyak jenis bonus yang ditawarkan, sehingga sulit diperhitungkan oleh member atau banyak syarat tersembunyi, yang hanya diketahui oleh perusahaan MLM sendiri. Member tidak mudah tahu nilai bonus yang menjadi haknya sebelum menerima statement bonus dari perusahaan. Rumitnya hitungan bonus menyulitkan member berpromosi, apalagi jika ditanya rasionalitas dan hitungan bonusnya oleh calon member yang akan direkrutnya.
 

Anda berninat ber-MLM? Pilihlah MLM yang baik dan benar !!! Bisnis MLM memang bisnis sendiri, tetapi tidak sendirian. Perlu keadilan dan transparansi

Tentang propbiyang

pekerjaan utama dosen ipb-bhmn, sambilan sebagai tukang kebun buah naga di bogor, network marketer pt melia nature indonesia, admin warung biyang propolis
Pos ini dipublikasikan di Network Marketing. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s