Mengenal Bisnis Multi Level Marketing #1

(Pilihlah MLM yang Rasional, Aman, Adil, Smart dan Memihak Member) 

Konsep Dasar Multi Level Marketing

MULTI LEVEL MARKETING (MLM) adalah sistem pemasaran produk yang paling efisien. Sistem MLM meniadakan jalur distribusi, biaya promosi dan biaya distribusi. Peranan promosi dan distribusi diambil alih oleh perusahaan MLM dan member yang mengonsumsi produk/jasa. Oleh karena itu, wajar jika member MLM memperoleh bonus (fee) dari produsen jika terjadi transaksi jual-beli produk (ada omzet). Sistem pembayaran bonus dan struktur jaringanlah yang mebedakan perusahaan MLM yang satu dengan MLM yang lain.

MLM adalah salah satu bentuk penjualan langsung (direct selling). Namun, bisnis MLM dapat dianggap berdiri sendiri karena adanya beberapa perbedaan mendasar antara bisnis retail dengan bisnis MLM. Perbedaan penting adalah pada cara pemasaran dan sistem distribusi produk serta pembagian keuntungannya.

HARGA suatu produk terdiri atas berbagai komponen biaya dan ”keuntungan” produksi. Komponen biaya produksi terdiri atas biaya material (bahan) dan biaya pabrik (manufaktur). Komponen di luar biaya produksi tetapi menentukan harga adalah biaya promosi, biaya distribusi dan ”keuntungan” pabrik. Berikut adalah gambaran umum tentang perbedaan komponen harga produk antara bisnis retail dengan bisnis MLM.

Proporsi faktor pembentuk harga Retail   Proporsi faktor pembentuk harga MLM

PADA bisnis MLM, 50% komponen harga konsumen itu menjadi pendapatan (keuntungan) dari perusahaan MLM (distributor) dan seluruh membernya. Semakin besar proporsi harga akhir menjadi milik member, menandakan perusahaan MLM yang semakin berpihak kepada member. Semakin kecil proporsi yang diterima member, jika perusahaan MLM-nya merangkap sebagai produsen produk, maka member secara tidak sadar diperas oleh perusahaan. Hal ini bisa dilihat pada gambar berikut yang menunjukkan perbedaan dalam sistem distribusi dan promosi antara bisnis retail dan bisnis MLM.

Jalur Pemasaran Produk

Beberapa kesimpulan perbandingan:

  1. Biaya distribusi dan promosi bisnis retail menjadi keuntungan perusahaan MLM dan bonus-bonus member

  2. Besarnya bonus member tergantung konsep jaringan yang digunakan (tergantung marketing plan)

  3.  Harga konsumen antara retail dan MLM seharusnya sama!

  4. Perusahaan MLM tidak harus memiliki pabrik

  5. Perusahaan MLM menjadi REGULATOR, member menjadi EKSEKUTOR

Fungsi Regulator:

  1. menyiapkan sistem perijinan, administrasi, perkantoran, menyiapkan dan menjamin ketersediaan produk yang akan dikonsumsi atau dipasarkan oleh member

  2. Merancang rencana pengembangan usaha untuk mengatur:

  1. Syarat keanggotaan

  2. Cara membangun sistem jaringan

  3. Persyaratan sistem pembayaran bonus yang meliputi tenggang waktu pembayaran dan perhitungan bonus-bonus

Fungsi Eksekutor:

  1. Menjadi konsumen produk perusahaan MLM dengan harga diskon

  2. Mempromosikan produk perusahaan MLM (mengajak dan/atau menjual)

  3. Mengajarkan kepada orang lain agar jaringannya berkembang

Tentang propbiyang

pekerjaan utama dosen ipb-bhmn, sambilan sebagai tukang kebun buah naga di bogor, network marketer pt melia nature indonesia, admin warung biyang propolis
Pos ini dipublikasikan di Network Marketing. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s